Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Backpackeran Bengkulu ke Palembang (Makan Pempek Langsung di Pusatnya)

jembatan ampera

Jarak Bengkulu ke Palembang itu terbilang dekat dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain yang pernah gue kunjungi, tapi jujurli gue belum pernah sekalipun ke Palembang, agak aneh memang, gue justru mengunjungi provinsi yang jauh terlebih dahulu dibandingkan dengan provinsi yang dekat, so di perjalanan gue kali ini, gue memilih Palembang sebagai destinasi awal yang akan gue kunjungi.

Pada tanggal 20 Januari 2022 yang lalu, gue melakukan perjalanan selama 17 hari dari Bengkulu menuju ke Labuan Bajo dengan menyinggahi beberapa provinsi lain selama proses perjalanannya, dan artikel ini adalah cerita serta itenarary gue di hari pertama perjalanan bacakpacker itu gue mulai den berangkat menuju ke Palembang.

Gue berangkat dari rumah orang tua gue yang ada di Kab Rejang Lebong atau Kota Curup, Provinsi Bengkulu pada tanggal 20 Januari 2022 jam 6 pagi dengan menggunakan ojek online untuk menuju ke kantor travel, dari kantor travel ini kemudian gue berangkat menuju ke Stasiun Lubuk Linggau.

Gue rencanannya saat itu akan berangkat dengan Kereta Api relasi dari Stasiun Lubuk Linggau ke Stasiun Kertapati Palembang, menurut jadwal kereta itu akan berangkat jam 09.00 WIB sedangkan jarak tempuh dari Curup menuju ke Stasiun Lubuk Linggau adalah 1 hingga 2 jam, ga terlalu jauh memang tapi masalahnya mobil travel gue berangkatnya dari Curup jam 07.30 WIB gara-gara nungguin satu orang penumpang yang ga jelas keberadaannya. 

So, ini kan mepet banget ya, dan kita semua yang ada di mobil itu tuh kayak kesel gitu gegera satu penumpang ini, tapi untungnya mobil bisa tepat waktu.

Baca Juga : Rincian Biaya Bcakpacker-an Bengkulu ke Labuan Bajo

Ok kendala pertama, aman !

Setelah sampai di Stasiun Lubuk Linggau, gue langsung dong cetak tiket yang udah gue pesen di aplikasi untuk kemudian mem-validasi-kannya ke petugas yang ada disana, tapi ternyata, gue tuh salah cetak tiket, harusnya gue cetak tiket Kereta Api relasi Lubuk Linggau-Palembang, eh malah gue cetak tiket Kereta Api relasi Palembang-Lampung (karena buru-buru tadi) terus, yaudah gue balik lagi ke mesin cetak tiket buat mencetak ulang tiket yang seharusnya, dan mengantri kembali untuk menuju ke petugas validasi tiket.

Pembelajaran pertama adalah, mesti tetap teliti dalam situasi apapun, yuk bisa yuk.

Kelar dong, masalah pertiketan itu, nah gue masuk dah tuh ke gerbong tempat duduk gue yang ternyata menghadap ke belakang.

Jadi gini, Kereta Api itu kan tempat duduknya saling hadap-hadapan ya, ada yang menghadap ke gerbong depan, ada yang menghadap ke gerbong belakang, nah tempat duduk gue itu menghadap ke belakang dan kursinya itu berbentuk 90 derajat gitu loh, alhasil bikin lumayan doyong nih kepala, apalagi perjalanan ini akan ditempuh selama 7 hingga 8 jam. Duhhh.

Selama diperjalanan ini, gue satu area tempat duduk dengan seorang wanita yang juga mau ke Palembang, doi baru banget lulus dari kampusnya di Palembang, dan akan kesana buat mengurus ijazah gitu, nah selama perjalanan ini, dia adalah orang yang akhirnya menjadi teman ngobrol gue.

Banyak hal yang kami bahas, mulai dari studi, kehidupan, cita-cita, pekerjaan, tujuan hidup, keluarga,hingga lingkungan. Dari dia, gue belajar banyak hal, gue mendapatkan sudut pandang lain tentang beberapa keadaan yang ada.

Dan ya, gue bersyukur banget melakukan perjalanan solo bacpacker ini, karena memang salah satu tujuan gue berjalan, yaitu untuk bertemu dengan orang  baru, bercerita dan mendengarkan cerita dia.

Sampai Palembang.

Sekitar pukul 16.00 Wib akhirnya gue sampai di Stasiun Kertapati Palembang, stasiun ini berada tidak terlalu jauh dari jembatan Ampera, hanya sekitar 1,2 km saja. 

Stasiun ini juga memiliki ukuran yang lumayan luas, dan cukup bersih, disebelahnya juga ada Pelabuhan Kertapati yang sudah tidak di fungsikan lagi, tidak susah sebenarnya mencari angkutan yang dapat membawa gue dari stasiun ini untuk menuju ke penginapan yang udah gue pesen karena stasiun ini tuh berada di tengah kota, tapi kali ini gue menggunakan ojek online untuk memangkas waktu.

Dari stasiun untuk menuju ke penginapan yang udah gue pesan itu hanya memerlukan waktu sekitar 10 hingga 15 menit dan melewati jembatan Ampera yang membelah Sungai Musi, ini seakan menjadi kebahagiaan tersendiri buat gue, karena akhirnya gue bisa melihat dan melintasi jembatan yang menjadi ikon nya kota Palembang.

Pempek dan Benteng Kuto Besak.

Selain jembatan Ampera, hal lain yang menjadi kebanggaan Palembang adalah Pempek-nya, so pada malam harinya, setelah selesai bersih-bersih gue langsung keluar dari penginapan dengan menggunakan ojek online untuk menuju ke kawasan Benteng Kuto Besak guna menikmati pemandangan jembatan Ampera di malam hari sembari menyantap pempek langsung di Palembang, ah mantep banget.

Untuk perjalanan hari pertama gue ini, udah gue upload juga di Youtube, lo bisa tonton disini.

Post a Comment for " Backpackeran Bengkulu ke Palembang (Makan Pempek Langsung di Pusatnya)"