Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berkunjung ke Desa Cinta Mandi, Tempat Bermain Rafting di Kepahiang - Bengkulu

Rafting di Kepahiang

Gue suka banget travelling atau bepergian, mengunjungi berbagai tempat, bertemu dengan orang baru, menjalin pertemanan dan mendapatkan pengalaman serta pembelajaran disetiap perjalananan yang gue tempuh.

Gue ga pernah pilih-pilih objek wisata apa yang akan gue kunjungi, hutan, laut, pedasaan, curug, gunung, semuanya gue suka, kaya perjalanan gue kali ini, ke salah satu desa wisata yang bernama Desa Cinta Mandi, disini gue bermain Rafting dan Tubing.

Sebelumnya gue udah pernah kasih tau dibeberapa artikel yang gue tulis, bahwa sekarang gue ada di rumah orang tua di Provinsi Bengkulu, dan belum bakal balik lagi ke Jakarta karena memang belum tertarik untuk kembali tinggal disana.

Gue juga udah tulis di beberapa artikel gue tentang beberapa objek wisata yang ada di kabupaten Kepahiang, yang berjarak sekitar 1 jam dari rumah orang tua gue yang ada di Kota Curup.

Lo bisa baca beberapa tulisan itu disini:

Bertemu Bidadari Di Bukit Hitam Kepahiang

Main Air di Air Terjun Tirta Mandiri Desa Wisata Tangsi Duren 

Dan Desa Cinta Mandi yang gue kunjungi kali ini, juga berada di kabupaten Kepahiang, so, lets start it.

Berangkat

Perjalanan gue ke Desa Cinta Mandi diawali dengan DM Instagram dari seorang teman baru yang merupakan admin dari desa wisata ini, beliau bernama Randi. Randi mengajak gue untuk bermain Rafting dan Tubing di Desa Cinta mandi pada hari Sabtu tanggal 18 September 2021, karena kebetulan weekend dan kebetulan gue juga ga ada kerjaan yang begitu urgent, maka ajakan itu tentu saja gue sambut dengan baik.

Sabtu siang, sekitaran jam 12.00 Wib, gue berangkat dari rumah orang tua menuju ke kota Kepahiang, tepatnya di Desa Talang Karet yang berjarak sekitar 1 jam berkendara untuk kemudian bertemu dengan 3 orang teman gue lainnya yang juga akan ikut, mereka adalah (lagi-lagi) Ajuprian, dan Dodhy, serta Febri (adik dari Ajuprian). Di Talang Karet ini juga kami jadikan tempat untuk bertemu dengan Randi.

Rafting di Kepahiang
Bro Randi yang merupaakan Admin desa

Setelah berkenalan dan sedikit mengobrol dengan Randi, lalu kami melanjutkan perjalanan dengan speda motor menuju ke Desa Cinta Mandi, dari Talang Karet jarak yang kami tempuh untuk ke desa ini adalah sekitar kurang lebih 20 menit, atau 30 menit dari Pasar Kepahiang mengarah ke jalan lintas Kepahiang – Pagar Alam.

Agar lebih mudah difahami, lo bisa lihat foto ini.

Rafting di Kepahiang

Rafting di Kepahiang

Perjalanan menuju ke gerbang Desa Cinta Mandi, tergolong mudah untuk diakses karena merupakan jalan lintas antar provinsi, jadi kalo misalnya lo mau ke sini, lo ga perlu merasa khawatir akan kesusahan.

Jalan menuju ke gerbang desa juga terbilang sangat ramai, selain karena memang ini adalah jalan lintas antar provinsi, desa ini juga terbilang dekat dengan pusat kota Kepahiang jadi disepanjang jalannya berdiri rumah-rumah warga.

Hanya saja, jalan agak sedikit jelek saat masuk ke desa, untuk konturnya adalah jalan dengan batuan lepas serta sedikit berlubang, namun tenang, menurut gue untuk lo yang bahkan ga jago-jago amat bawa kendaraan, jalan ini masih terbilang bagus.

Desa Cinta Mandi

Setelah berkendara selama kurang lebih 20 menit, akhirnya kami sampai di Desa Cinta Mandi, saat itu kami langsung diajak ke basecamp permainan Rafting dan Tubing yang juga sekaligus merupakan tempat tinggal dari Kepala Desa Cinta Mandi Kelurahan Bermani Ilir, bapak Sukardi.

Rafting di Kepahiang
Rumah pak Kades yang juga dijadikan Basecamp

Menurut gue ini cukup menarik, karena Kepala Desa sangat mendukung wisata Rafting dan Tubing sampai rela menjadikan rumahnya sebagai basecamp awal.

Rafting di Kepahiang
Pak kades yang lagi berjalan ke titik start bermain

Di rumah beliau juga gue dan teman-teman dikasih tau beberapa informasi terkait rafting dan tubing yang ada di Desa Cinta Mandi tersebut, bahwa wisata ini dimulai pada tahun 2019 dengan menggunakan anggaran desa untuk membeli segala perlengkapan yang diperlukan, termasuk mengadakan pelatihan untuk guide selama 3 bulan di Sungai Belimbing Raya yang menjadi tempat permainan rafting dan tubing.

Pelatih yang didatangkan untuk guide juga tidak kaleng-kaleng, beliau berasal dari Sukabumi dan  merupakan salah satu juara arum jeram setingkat nasional tahun 2015, ini semua dilakukan agar para pengunjung dapat merasa aman dan nyaman bermain disini.

Rafting di Kepahiang
Instruksi dari guide

Wisata Desa Cinta Mandi diberi nama ABR Rafting Kepahiang dan ABR Tubing Kepahiang, ABR adalah singkatan dari Asmara Belimbing Raya, asmara disini juga merupakan singkatan dari aspirasi rakyat.

Untuk lo yang tertarik ketempat ini bisa lakukan reservasi terlebih dahulu agar peralatannya bisa langsung disiapkan, dan lu juga akan dijemput dari gerbang masuk desa.

Untuk reseravasi, lu bisa DM IG dari admin Desa Wisata Cinta Mandi, dengan cara klik disini.

Waktunya Bermain

Setelah mengorbol santai dengan kepala desa dan beberapa orang pemuda daerah yang tinggal di Desa Cinta Mandi, akhirnya tibalah waktunya kami memulai permainan.

Waktu menunjukan sekitar pukul 14.30 Wib saat kami mulai berangkat dari rumah kepala desa menuju ke titik start permainan yang hanya berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki, kami juga ditemani oleh Kepala Desa dan beberapa orang warga desa lainnya yang juga ikut bermain.

Rafting di Kepahiang
Warga desa yang juga ikut bermain

Terdapat beberapa paket dalam permainan rafting dan tubing di desa cinta mandi ini.

Paket pertama adalah full rafting, peserta akan merasakan sensasi bermain arum jeram dengan jarak yang lumayan jauh, dengan arus air yang lumayan kencang. Paket ini sangat direkomendasikan untuk orang-orang suka olahraga ekstrem.

Paket berikutnya adalah family rafting, sedikit berbeda dengan titik start pada paket full rafting, arus yang akan dirasakan juga sedikit lebih tenang, dan ini adalah paket yang gue dan teman-teman mainkan saat itu. Paket family sangat direkomendasikan untuk dilakukan bersama dengan keluarga, bahkan diatas perahu sekalipun, gue membawa kamera DSLR serta bersama dengan adek-adek yang berumur dibawah 10 tahun, ini membuktikan bahwa memang paket family sangat aman.

Rafting di Kepahiang
Main Rafting bareng DSLR

Rafting di Kepahiang
Main Rafting bareng adek-adek

Paket Rafting Fun, pada paket ini, para peserta akan diajak untuk bermain arum jeram dengan jarak yang tidak terlalu jauh, dan arus yang tidak terlalu deras.

Baca Juga : Berkeliling Nusa Penida - Bali

Terakhir adalah paket Tubing, pada paket ini, para peserta akan diajak untuk merasakan bermain air dengan menggunakan ban sejauh kurang lebih 1 km, biasanya para peserta akan diminta untuk bermain secara bersusun-susunan.

Rafting di Kepahiang

Rafting di Kepahiang

Sungai Belimbing Raya yang dijadikan tempat untuk bermain rafting dan tubing ini juga memiliki cukup banyak daya tarik, lo bisa menikmati pemandangan pedesaan saat bermain disepanjang arus sungai ini, ada beberapa spot foto yang menarik juga disini, seperti tebing yang lumayan tinggi dan estetik disalah satu aliran sungai, pepohonan yang berbaris disepanjang sungai, dan bebatuan yang menjadi halang rintang permainan.

Berapa sih harganya?

Berikut adalah biaya yang bakal lo keluarkan jika ingin bermain Rafting dan Tubing di desa ini.

1. Biaya parkir Rp. 5.000,- / motor dan Rp. 10.000,- / mobil

2. Paket Full Rafting Rp. 200.000 / orang dengan minimal peserta sebanyak 5 orang.

Fasilitas yang akan didapatkan pada paket ini adalah ( Transportasi menuju ke titik start, APD, Guide, Makan siang, air mineral, dan kamar bilas)

3. Paket Family Rafting Rp. 100.000 / orang dengan minimal peserta sebanyak 5 orang.

Fasilitas yang akan didapatkan pada paket ini adalah (Transportasi lokal, guide, APD, air mineral, dan kamar bilas)

4. Pakt Rafting Fun Rp. 50.000 /  orang dengan minimal peserta sebanyak 5 orang.

Fasiltas yang akan didapatkan pada paket ini adalah ( guide, APD, air mineral, dan kamar bilas)

5. Paket Tubing Rp. 50.000 /  orang dengan minimal peserta sebanyak 5 orang.

Fasiltas yang akan didapatkan pada paket ini adalah ( guide, APD, air mineral, pop mie, dan kamar bilas)

Rafting di Kepahiang

Oh iya, waktu gue bermain rafting dengan paket family itu berlangsung dari jam 14.30 WIB sampai jam 17.30 WIB, kurang lebih 3 jam, lumayan banget kan, kebayang ga lu gimana serunya itu.

5 comments for " Berkunjung ke Desa Cinta Mandi, Tempat Bermain Rafting di Kepahiang - Bengkulu"

  1. Cinto Mandi boleh nih jadi referensi akhir minggu

    ReplyDelete
  2. Gokil! baru baca artikelnya aja udah seru banget. Btw, itu ada minimal umur anak boleh ikutan rafting gak? Tadi aku baca cuma under 10tahun. Kurang jelas batasan minimal usianya.

    ReplyDelete
  3. Masyallah.. Serunya bisa rafting bareng teman-teman. Aku belum pernah nyoba nih. Pasti penuh tantangan banget kalau udah meluncur. Hehe

    ReplyDelete
  4. Seru sekali ya, petualangan air yang menyenangkan 👏

    ReplyDelete
  5. Belakangan wisata air semakin diminati ya, terkespos semua sekarang sungai2 yang ada di dusun2.

    ReplyDelete