Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bertemu Bidadari Di Bukit Hitam Kepahiang - Bengkulu

Karena ter-influence oleh postingan seorang kawan yang ada di instagram, gue jadi penasaran dan mulai mencari informasi tentang salah satu objek wisata yang ada di Desa Sempiang, Kelurahan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, yaitu Bukit Hitam.

Alhasil gue menghubungi akun pengelola dari objek wisata ini, awalnya hanya untuk menanyakan tentang segala sesuatunya, mulai dari rute, biaya, keamanan dan sebagianya.

Dari percapakan itu, ternyata Pokdarwis (kelompok sadar wisata) dari Bukit Hitam yang memiliki rencana untuk melakukan pendakian guna memasang plakat petunjuk arah, yasudah gue mengajukan diri agar diajak bersama mereka, dan ini adalah catatan perjalan kami.

Hari minggu  tanggal 05 September 2021, jam 07.00 Wib setelah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pendakian, gue, dan Dhody yang kebetulan menginap dirumah gue yang ada di kota Curup, segera kami berangkat menuju kabupaten Kepahiang yang berjarak kurang lebih 45 menit untuk kemudian bertemu dengan Ajuprian, seorang teman yang udah gue kenal sejak kuliah.

Baca Juga : Curug Nangka Bukan Buah Nangka - Jawa Barat

Dari kota Kepahiang, lalu kami bertiga melanjutkan perjalanan ke Desa Sempaing Kelurahan Kabawetan yang berjarak sekitar 20 menit berkendara dengan pemandangan perkebunan teh disepanjang jalannya, di Desa Sempiang ini tujuan kami adalah untuk bertemu dengan Bayu yang merupakan ketua Pokdarwis dari objek wisata Bukit Hitam.

Setelah sampai di kediaman Bayu, ternyata ada seorang lagi yang bernama kak Poniran, yang juga merupakan anggota dari Pokdarwis ikut menemani kami diperjalanan ini.

Dari rumah Bayu, kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor untuk menuju ke basecamp bukit hitam yang hanya berjarak kurang dari 15 menit, dan terletak ditengah-tengah perkebunan kopi milik warga.

Basecamp bukit hitam ini adalah bangunan yang di buat oleh BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan baru saja di serah terimakan kepada Pokdarwis pada bulan Agustus 2021, di basecamp ini juga Bayu memberikan informasi kepada kami bahwa sejak bulan Oktober tahun 2020 hingga saat kami melakukan pendakian telah tercatat 900an orang mendaki Bukit Hitam.

Basecamp ini memiliki 2 bangunan yaitu tugu ucapan selamat datang dan bangunan utama yang dijadikan pos pendataan oleh teman-teman Pokdarwis.

Basecamp ini juga memiliki area parkir motor yang cukup luas serta area untuk camping, bagi orang-orang yang tertarik untuk bermalam disini.

Oh iya, semua fasilitas yang mereka miliki, untuk saat ini masih di-gratis-kan alias tidak perlu bayar, namun jika kebetulan kalian berkunjung dan ingin memberikan sumbangan sukarela akan lebih baik.


Pendakian Dimulai !!!

Setalah berdoa, tepat pukul 09.00 Wib kami mulai melakukan pendakian, secara perlahan namun pasti meninggalakan basecamp atau pos milik pokdarwis yang ada dibelakang, kontur jalan yang kami lalui diawal adalah semen yang memiliki lebar sekitar 30cm, dengan vegetasi yang masih terbuka, kemudian masuk ke area perkebunan kopi lalu  bertemu dengan orang-orang yang tengah merapikan jalan.

Diujung perkebunan kopi, kami akhirnya bertemu dengan pintu rimba atau pintu masuk ke hutan, untuk perkiraan waktu yang kami tempuh ke sini adalah sekitar 30 menit perjalanan.

Disepanjang perjalanan kak Poniran yang merupakan salah satu anggota Pokdarwis juga menginformasikan tentang tanaman yang dianggap efektif untuk mengusir binatang pacat yang lumayan banyak ditempat ini.

Oh iya, penting banget untuk teman-teman menggunakan sepatu jika ingin ke Bukit Hitam ini, karena selain demi keamanan dan kenyamanan saat pendakian, juga berfungsi untuk melindungi kaki dari pacat.

Baca Juga : Tiangnya Air terjun Batu Betiang - Bengkulu

Vegetasi yang ada didalam hutan lumayan rapat dan lembab, terdapat cukup banyak pohon-pohon besar yang menghalangi sinar matahari, yang merupakan ciri dari hutan hujan tropis.

Menurut Bayu, Hutan Bukit Hitam ini merupakan sumber air dari beberapa kota disekitarnya, sehingga jika sampai rusak akan memiliki dampak yang cukup besar.


POS 1

Setelah melakukan perjalan sekitar 40 menit, akhirnya kami tiba di pos 1 yang memiliki area yang cukup luas dan bisa dipakai untuk beristirahat, selama perjalanan kami juga menemukan tanaman tertrastigma yang merupakan inang dari bunga raflesia.

Dodhy yang kebetulan merupakan anggota dari Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu (KPPL) segera menjelaskan tentang tanaman yang satu ini, serta proses pertumbuhan dari bunga Raflesia,

Untuk teman-teman yang ingin mendaki ke Bukit Hitam, agar lebih bertanggung jawab terhadap alam, jangan merusak tanaman atau tumbuhan apapun yang ada disepanjang jalur, karena bisa saja itu adalah inang dari bunga Raflesia.



Oh iya, setelah pos satu akan ada tanjakan yang lumayan tinggi kemudian terdapat area kebun kopi didepannya.

Gue sih kaget juga, gue fikir perkebunan kopi akan selesai setelah masuk ke area hutan, ternyata masih ada satu lagi.

Menurut Bayu, area perkebunan kopi terakhir ini masuk kategori ilegal karena ada di area hutan lindung.

Dari pos satu, setelah 20 menit perjalanan atau 1 jam perjalanan jika dihitung dari basecamp kami sampai di persimpangan sumber air panas, dari jalur utama untuk turun kebawah menuju sumber air panas tersebut membuthkan waktu sekitar 10 menit, dengan kontur jalan yang terbilang tidak terlalu susah.




POS 2

Setelah dari persimpangan  sumber air panas, kami melanjutkan perjalan menuju ke pos 2 yang berjarak kurang lebih 20 menit dari sumber air panas, atau 40 menit dari pos 1, atau 1 jam 20 menit dari basecamp (nah lo, lengkap ga tuh)

Di pos 2 terdapat sumber air bersih yang merupakan aliran sungai yang bisa kalian manfaatkan jika kebetulan kehabisan air saat berkunjung ke Bukit Hitam ini.

Berjarak 20 menit dari pos 2 akhirnya kami sampai ke Air Terjun Bidadari.


Air Terjun Bidadari

Dikatakan Air Terjun Bidadari karena memiliki bentuk yang cantik bak Bidadari, memiliki  debit air yang cukup besar, dan jatuhan air yang lumayan tinggi.

Disekitaran air terjun ini juga terdapat cukup banyak bebatuan yang licin, perlu banget untuk teman-teman berhati-hati saat menikmati kecantikan air terjun ini.

Dari jalur utama untuk menuju ke Air Terjun Bidadari membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan jalan yang lumayan terjal, jika kebetulan hari hujan, maka sangat tidak dianjurkan untuk turun melihat Air Terjun Bidadari.



Air Terjun Dua Putri

Setelah puas bermain di air terjun Bidadari, membuat reels, berfoto dan sebagainya, kami melanjutkan perjalanan menuju ke air terjun 2 Putri.

Air terjun 2 putri adalah tempat yang paling direkomendasikan untuk membuat camp, disebut air terjun 2 putri karena memiliki 2 air terjun sekaligus yang mengalir dan menjadi satu membentuk air terjun Bidadari. 


Dari persimpangan Air Terjun Bidadari untuk menuju ke Air Terjun 2 Putri hanya membutuhkan waktu 5-10 menit saja.

Agar gambaran jalurnya lebih tervisual, bisa tonton video perjalanan gue dan temen-temen di Bukit Hitam ini.

Bukit Hitam Kepahiang - Ada Bidadari Di Sini !!!

16 comments for "Bertemu Bidadari Di Bukit Hitam Kepahiang - Bengkulu"

  1. Thanks buat info destinasinya gan.... boleh jadi next rute traveling

    ReplyDelete
  2. Tak kirain bener ada bidadari kayak di film hehee tapi air terjunnya emang cantik banget, pantes namanya air terjun bidadari

    ReplyDelete
  3. Ya Allah kangen ke gunung wkwk, keren bukitnya, view puas bgt itu keliatannya. Pengen kaak huhu

    ReplyDelete
  4. Keren bro 👍 next time moga bisa kesini jg amiiin

    ReplyDelete
  5. informatif sekali bang erik.. kami dari desa air sempiang mengucapkan terima kasih sudah bertualang ke bukit hitam.. next kesini lagi ya

    ReplyDelete
  6. Wah aku blm pernah ni menjelajah air terjun di wilayah Bengkulu hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah padahal air terjunnya cakep-cakep banget kak

      Delete
  7. Keren banget ya.. Aku br tahu ternyata ada kawasan pendakian bukit hitam di daerah Kepahiang, pdahal rumah keluargaku byk yg di Kepahiang. Seru banget perjalanannya, air terjunnya asli cantik, adem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika kebetulan akan pulang ke rumahs alah satu keluarga, langsung tancap kak ke bukit hitam.

      Delete
  8. Cantik banget air terjunnya ya kak. Pantas dinamakan air terjun bidadari. Yang dua Putri juga cantik. Jadi kangen hunting ke hutan nih. Udah lama enggak.

    ReplyDelete