Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Air Hangat Desa Belitar Seberang yang Menawan


Bro aman ga sih kalo mau ke Desa Belitar Seberang?” ujar salah satu teman ku yang mengirimkan DM di Instagram.

Atau DM lainnya berisi “ Di Belitar seberang ada wisata apa aja sih?

DM semacam ini memang sering aku dapati, karena mungkin mereka melihat aku yang begitu sering bolak-balik ke Desa Wisata ini.

Untuk itu, mari kita bahas disini saja ya.

Bagi yang belum tahu, Desa Belitar Seberang merupakan salah satu Desa Wisata yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Tepatnya desa ini berada di Kecamatan Sindang Kelingi.

Desa Belitar Seberang terdiri dari 3 dusun yaitu, Sawentar, Simping dan Penataran dengan total jumlah penduduk sekitar 1. 000 jiwa.

Mayoritas penduduk atau warga dari desa ini adalah orang-orang dari Belitar Jawa Timur yang dahulu mengikuti program Transmigrasi dari pemerintah, itulah sebabnya desa ini di beri nama Belitar Seberang yang berarti daerah Belitar yang ada di seberang Pulau jawa.

Dalam cacatan sejarah, dikatakan pula bahkan Presiden Pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno pernah berkunjung ke desa ini saat beliau diasingkan di Bengkulu loh.

Cara Menuju Desa.

Desa Belitar Seberang  berada di jalan lintas Curup Lubuk Linggau. Sehingga untuk menuju ke Desa ini bisa melewati 2 jalan tergantung posisi awal kita berada, bisa melewati Kab. Rejang Lebong atau kota Curup, dan melewati Lubuk Linggau.

Transportasi yang paling disarankan untuk kesini sebetulnya adalah mobil, karena jalannya yang lumayan jauh dan berliku, serta cukup sering hujan. Namun demikian juga tidak masalah jika ingin menggunakan kendaraan motor.

Baca Juga : Bertemu Bidadari di Bukit Hitam.

Jika ingin menggunakan transportasi umum, mungkin pengunjung bisa menggunakan mobil travel dari Curup ataupun dari linggau, bisa juga dengan angkot, namun cukup sulit untuk ditemukan.

Sedangkan transportasi online seperti Grap, sangat jarang yang mau ke arah sana, karena jarak yang lumayan jauh.

Sesampainya di Desa pengunjung bisa diantarkan untuk menuju ke Lokasi Wisata, dengan menggunakan ojek motor atau mobil, tergantung dengan jumlah pengunjung yang datang.


Sebetulnya juga bisa dengan berjalan kaki, namun cukup jauh, takutnya nanti malah berujung kelelahan dijalan.

Wisata apa saja ya yang ada di sini?

Ini dia..

Setelah tiba di lokasi wisata dari Desa Belitar Seberang, kita tuh akan langsung di sambut dengan pemandangan alam yang cantik banget, sehingga akan sangat terasa kealamian dari tempat ini, beberapa pendopo yang terbuat dari kayu juga akan langsung ditemui.

Wisata Pertama yang bisa dikunjungi dari desa ini adalah pemandian air hangat alami, jika kamu pernah melihat tayangan atau secara langsung orang yang sedang Melukat di Bali, pemandian ini mirip dengan itu. 

Kecuali jika kamu akan menginap, aku tidak penyarankan kamu untuk mandi terlebih dahulu di pemandian air hangat ini, kenapa demikian?

Selain Pemandian air hangat itu, ada wisata lain yang bernama Air terjun Puspa Dewi yang juga beraliran air dengan suhu hangat. Di bawah jatuhan air nya juga terdapat kolam pemandian air hangat dengan view hutan.



Akan terasa sedikit rugi jika kita tidak mencoba mandi disini, karena sensasinya yang luar biasa.

Tapi balik lagi, tergantung selera sih.

Jika lebih turun lagi ke bawah sekitar 10 menit perjalanan, kita bisa akan langsung mencapai dan menikmati kecantikan Air Terjun Trisakti loh.

Air Terjun ini memiliki ketinggian sekitar 80 M, dengan didinding berbentuk susunan persegi panjang disekitar tumpahan airnya.

Tidak jauh dari itu, jika turun ke bawah ini, pengunjung juga sekaligus akan melihat secara utuk bentuk aliran dari Air Terjun hangat Puspa Dewi. 

Jika suka bermain air, kamu bisa mencoba rafting disini, atau jika mentalmu lumayan kuat, bisa juga mencoba Canyoning, dengan menuruni Air Terjun Trisakti menggunakan tali.

Tidak perlu khawatir jika terlalu lama bermain, di area ini juga ada penginapan tenda Glamping yang bisa disewa oleh pengunjung.

Post a Comment for "Air Hangat Desa Belitar Seberang yang Menawan"