Menerobos Dedaunan Bukit Daun dan Menapaki Danau Telapak Kaki


Hay selamat datang kembali di Destinasi Kita, gue pada artikel kali ini mau membagikan pengalaman dan memberikan sedikit review tentang salah satu gunung yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Namanya adalah Bukit Daun, secara administrasi beralamat di Talang Rendah, Nasal, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi BengkuluBukit Daun ini memiliki ketinggian 2.467 MDPL, yang termasuk kedalam salah satu gunung tertinggi di Bengkulu setelah Gunung Hulu Airpulus dan Gunung Belirang yang ada di Kabupaten Kaur.

Berdasarkan informasi yang gue dapat dari berbagai sumber, Bukit Daun ini termasuk kedalam Jenis Stratovolcano tipe B, yaitu salah satu bentuk gunung berapi yang paling umum dan paling membahayakan diantara gunung-gunung yang lain.

Bagian dasar gunung ini berbentuk landai, namun semakin keatas akan semakin curam dan membentuk kerucut kepuncaknya. Di puncak akan ada sebuah kaldera, yaitu kawah vulkanik yang terbentuk setelah terjadinya letusan gunung, di Bukit Daun sendiri kaldera yang dimaksud adalah Danau Telapak Kaki.

Balai Desa

Gue melakukan pendakian ini bersama 3 orang temen, dimulai dengan perndaftaran atau ijin di kantor Balai Desa Sentral Baru Kecamatan Bermani Ulu, ini adalah pengalaman pertama dan menarik tentunya, karena jika biasanya untuk melakukan pendakian gue mengurus simaksi di basecamp pendakian, namun kali ini tidak.


Biaya yang harus dibayar untuk dapat melakukan pendakian juga termasuk murah, hanya 25k/rombongan, jadi jika didalam satu rombongan kita ada 50 orang, jumlah yang harus kita bayar tetap hanya 25k saja. Yah mungkin karena memang belum ada sistem menajemen yang baik serta jumlah kunjungan yang sedikit pula, setelah itu tim gue di brief tentang larangan serta rute-rute yang akan dilewati, dan saat semua urusan telah selesai, kami kembali melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor menuju ke PT Agrotea Bukit Daun untuk menitipkan motor, dan memulai berjalan kaki dari tempat ini.

Baca Juga : Tiangnya Air Terjun Batu Betiang - Bengkulu

Dari informasi yang didapatkan sebelumnya untuk sampai ke Pintu Rimba (titik awal masuk hutan) kami harus melewati perkebunan teh yang cukup luas, dengan kontur jalan berupa bebatuan kerikil, jarak yang ditempuh dari PT Agrotea Bukit Daun hingga sampai ke pintu rimba, kurang lebih 45 menit dengan kecepatan yang sangat lambat, hahahaaaa.


Pintu Rimba

Sesampainya dipintu rimba setelah istirahat gue ama temen-temen melanjutkan perjalanan kami dengan melewati jalan yang terbentuk akibat dari bekas kendaraan bermotor yang biasanya melewati tempat ini untuk mengangkat kayu, ada seperti ada siring-siring yang terbentuk karena roda-roda kendaraan tersebut yang tentu saja sedikit menyusahkan untuk dilewati. Diawal perjalanan karena memang bukit daun ini merupakan  tipe gunung berbentuk kerucut, maka masih ada beberapa daerah landai yang ditemui, namun setelah satu jam perjalanan, landai hanya ada dalam imajinasi.

Karena jarang banget yang berkunjung ke tempat ini, maka ada beberapa jalan yang kami lewati sudah mulai tertutup oleh rerumputan, bahkan sangat sering kami tertusuk oleh tanaman berduri yang sudah mulai menjalar di jalur pendakian.

Vegetasi ditempat ini cukup rapat, jika beruntung bahkan bisa bertemu tumbuhan kantung semar disini. Karena memmang merupakan hutan tropis, jalur pendakian ini memiliki pepohonan yang berdaun lebat, dengan kelembapan udara dan curah hujan yang tinggi, serta banyak ditumbuhi lumut didasar hutan atau pepohonan.

Oh iya, ngomong-ngomong soal lumut, saat dikantor balai desa kami juga diinformasikan, menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika kami merasa pusing atau mual saat masuk ke hutan ini, kami disarankan untuk mengoleskan lumut-lumut yang tumbuh liar itu dikepala.

Baca Juga : Cantiknya Kawah Hijau Gunung Kaba - Bengkulu

Bukit Daun memiliki 2 shelter, dan sumber air hanya ada di 2 tempat itu, jadi jika kedepannya kalian juga ingin mengunjungi Bukit Daun, pastikan air yang dibawa itu cukup untuk minimal sampai di shelter 1, waktu yang kami butuhkan untuk sampai ke shelter 1 dari pintu rimba sekitar 5 jam dengan jumlah istirahat yang sangat banyak. Hahahaaa

Dari shelter 1 untuk menuju ke shelter 2, waktu yang harus kami tempuh sekitar 1 jam 45 menit, lalu dari shelter 2 ke puncak sekitar 1 jam 30 menit dengan jalan yang sudah mulai lumayan curam.

Dari puncak, untuk kemudian turun menuju ke Danau Telapak Kaki, waktu yang diperlukan sekitar 30 menit, dengan jalur yang juga lumayan curam.

TOP Bukit Daun dan Danau Telapak Kaki.

Sesampainya dipuncak Bukit Daun, banyak spot-spot foto yang bisa banget untuk dimanfaatkan, ada satu pohon yang rubuh sehingga diatasnya kita bisa melihat dengan jelas Danau Telapak Kaki yang dikelilingi oleh perbukitan.

Cuaca disini juga terasa sangat sejuk dengan pemandangan danau serta pepohonan yang begitu lebat.

Turun sedikit ke Danu Telapak Kaki, maka akan didapati air yang begitu dingin dan segar, terasa nikmat banget untuk di tenggak setelah berlelah-leleahan mendaki.


Ditempat ini, para pendaki di perbolehkan bebas untuk berenang asalkan tidak masuk kedalam salah satu area yang sudah dibatasi oleh para penduduk disana.

Next
Previous
Click here for Comments

0 komentar: